Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juni 2017

Happy Ied Mubarrak






Suara Takbir malam hari ini selepas Adzan Isya menggema di setiap penjuru. Puasa terakhir di bulan Ramadhan 1438 H. Sebagian orang begitu suka cita menyambut 1 syawal dan sebagian lainnya masih merenung dan bersedih. Ada apakah dengan akhir Ramadhan ini?
Aku mungkin berada di kedua bagian itu. Merasa sedih ketika ditinggalkan Ramadhan dan di sisi lain aku bahagia menyambut Hari Raya Idul Fitri. Aku tidak munafik untuk berpura-pura sedih ditinggalkan Ramadhan karena ini begitu apa  adanya. Teringat olehku 29 hari yang lalu.
Tarawih di malam pertama di Bulan Suci Ramadhan shaf di masjid begitu penuh. Bahkan aku datang ke masjid lebih awal pun kebagian shaf paling akhir. Begitu semangatnya, setiap sholat tarawih dan sholat subuh pasti dipenuhi jamaah. Kegiatan bulan Ramadhan pun tak kalah dipenuhi jamaah dari mulai sholat berjamaah, kajian menjelang buka puasa, tadarusan dan kegiatan keagamaan lainnya. Kemeriahan bulan Ramadhan begitu membahagiakan. Kekeluargaan satu dengan lainnya. Kami berjabat tangan dan saling menyapa ketika beribadah di masjid. Tetangga yang jarang keluar atau bahkan tidak kami kenal saling menyapa dan berkenalan satu sama lain. Kami saling mengingatkan dan mengajak kebaikan satu sama lain. Begitu indahnya Islam Ya Allah.
Rasa syukur tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga dengan Allah. Kami begitu menikmati setiap ibadah yang kami lakukan di bulan Ramadhan. Begitu juga ketika kami melantunkan doa kepada Allah begitu nyamannya kami ceritakan segala keresahan dan kegalaun di setiap harinya. Kami mencoba untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan membatalkan puasa. Kami menahan semua hal-hal yang membatalkan puasa, meskipun kami tau ada beberapa ucapan yang mungkin kadang mengarah kearah ghibah. Astagfirullah. Kami secepat mungkin menjauh dari hal-hal tersebut karena kami takut. Takut jika Allah Marah dan mengurangi pahala puasa.
Hari demi hari waktu terus berlalu. Sepuluh hari pertama kami lalui dengan penuh suka cita. Hari kedua perbedaan mulai tampak. Jamaah di masjid mulai menurun. Beberapa kegiatan di masjid tidak terlalu ramai dipenuhi jamaah seperti hari-hari sebelumnya. Entah kenapa rasanya sedih, tetapi kita harus lebih semangat beribadah. Kubuka lagi beberapa catatan kecil tentang target yang harus dicapai dalam bulan Ramadhan untuk memotivasi diri. Di tempat yang lain aku melihat begitu banyak orang-orang berbondong data ke pusat perbelanjaan. Promo diskon dimana-mana terpampang jelas. Dari mulai jilbab, gamis, bahkan baju koko dipajang rapi dengan tulisan promo yang menggiurkan. MasyaAllah ini kah godaan orang berpuasa. Dimana di siang hari waktu bisa digunakan untuk istirahat mempersiapkan ibadah di malam hari tetapi harus dihabiskan di pusat perbelanjaan. Bahkan beberapa tempat perbelanjaan menawarkan belanja “Late Night Sale” supaya kami bisa sholat tarawih terlebih dahulu. Selain itu undangan buka bersama tidak henti-hentinya datang silih berganti. Buka bersama sekaligus reunian dari teman sekolah dasar sampai teman kerja. Kami berkumpul, asik mengomongkan sesuatu, foto2 dan menghabiskan waktu bercengkrama sampai tidak ingat waktu sholat. Astagfirullah lagi-lagi ujian di bulan Ramadhan.
Akhir bulan Ramadhan keadaan masjid semakin tragis. Segilintir orang saja yang terlihat. Beberapa orang mulai “ngebut” beribadah. Dari mulai tadarusan kilat supaya bisa khatam. Banyak beribadah, sedekah dan berdoa di ujung Ramadhan. Beribadah semaksimal mungkin untuk mendapatkan malam Lailatur Qadr. Meskipun begitu ada saja cobaan dengan mendekatinya Hari Raya Idul Fitri. Orang-orang kembali memenuhi pusat perbelanjaan membeli keperluan di hari raya atau sibuk menghiasi kue untuk “suguhan” saat hari raya nanti.
Sepuluh malam terakhir di penghujung Ramadhan kami “INTROPEKSI DIRI”. Kami merenung di remang-remang kegelapan 1/3 malam di masjid. Kami melantunkan doa sebelum Ramadhan meninggalkan kami. Salah satu doa yang aku lantunkan
Ya Allah maafkanlah kami apabila selama bulan Ramadhan belum dapat melakukan ibadah semaksimal mungkin. Terimakasih ya Allah atas nikmat Islam dan Iman. Terimalah Ibadah kami di bulan Ramadhan ini dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan berikutnya
Rasa sedih tag kuasa ditahan, kami hanya manusia kecil ciptaan Allah yang tak luput dari dosa. Hanya doa yang selalu kami lantunkan dan memohon pertolongan Allah.
Setelah Ramadhan pergi, kami bertemu di hari yang fitri. Kami memang tidak bisa menghilangkan semua kenangan Ramadhan di hati dan pikiran ini. Satu-satunya jalan keluarnya adalah tugas kita bersama untuk tetap istiqomah melaksanakan ibadah di bulan-bulan lainnya lebih baik lagi. Semua yang telah kami lakukan di bulan Ramadhan adalah proses belajar untuk menjadi insan yang baik, maka kita tidak boleh berhenti untuk terus menjadi lebih baik. Selamat hari raya Idul fitri semuanya mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan 😊.


Minggu, 20 Januari 2013

Hello Blogger 2013!! (Menengok manfaat Nge-Blog)


Setelah sekian lama menghilang dari dunia maya sampai sudah berubah tahun :p. Menulis d blog itu udah kayak makan sehari-hari jadi kalau gak posting rasanya ada yang kurang dan hampa. Hehehehhe. Tapi apadaya kesibukan di dunia nyata telah menggeserkan dunia maya . Huahhhh #berlebihan. Tapi gakpapa kan sekarang saya sudah kembali lagi di dunia tercinta kita. 

Bicara tentang nge-blog gak jauh-jauh dari aktivitas à menulis dan fotografi Betuuul gak? Ketika kita mampir ke blog-blog orang dari setiap postingan yang berada didalamnya ada 2 hal wajib yang pasti ada yaitu gambar dan tulisan. “ya jelasss dong kakak namanya juga blog masak gak nulis?”, Yapss bener banget karena munculnya blog ini jadi kita udah serasa punya diary digital. Apa aja momen selalu kita posting ke blog alih-alih biar Menuhin blog dan tentunya mengundang followers yang datang mengunjungi blog kita. Lalu? Bukankah blog punya manfaat yang banyak?

Pertama, Publikasi Ilmu. Bukan Cuma jurnal aja yang biasa anak kuliah cari atau penelitian yang dipublikasikan. Tetapi tulisan kita bisa jadi punya posisi untuk dipublikasikan ke teman-teman lain dengan adanya media blog. Keseharian, ilmu dan bahkan tutorial yang kita share d blog merupakan bentuk publikasi ilmu. Jadi ketika kita posting blog berarti kita juga berkontribusi memberikan ilmu dan cerita ke temen-temen.

Kedua, Media penyalur hobby. Setiap orang memiliki kegemaran yang berbeda-beda ada yang suka menulis, membaca, fotografi, olahraga dan lain-lain dengan adanya blog maka menjadi media sebagai penyaluran hobby terutama temen-temen kita yang suka desain, fotografi dan menulis. Sangat membantu sekali mengembangkan hobbynyaJ

Ketiga, Banyak teman dari berbagai daerah. Dunia maya seakan menyatukan dan mempermudahkan silaturahmi ke teman-teman yang berbeda daerah dan jauh dari segi jarak. Dari blog maka kita bisa memiliki banyak kenalan dan teman untuk saling berinteraksi. Bisa saling berkomentar antar blog, berbagi cerita dan banyak hal lainnya.

Keempat, meningkatkan budaya baca dan tulis. Tanpa sengaja ketika kita berkunjung ke blog teman-teman akan memotivasi kita untuk membaca berbagai artikel dan postingan yang ditulis penulis blog itu sendiri. Sehingga tanpa sengaja kita sudah membudidayakan untuk membaca. Selain itu dalam blog akan terlihat siapa yang produktif dan gak pernah absen dengan tulisannya sehingga bikin kita jadi motivasi untuk menulis menulis dan menulis.

Kelima, Belajar bahasa. Gak bakalan heran kalau terkadang kita mengunjungi blog lain ada yang lebih familiar menggunakan bahasa inggris. Jadi bagi kita sebagai sarana untuk belajar bahasa inggris juga. Lebih mengenal tentang dunia luar. Go internasional nihhh dengan catatan tidak melupakan budaya dan bahasa Negara sediri ya. Hehhehe

Sedikit tulisan saya yang diatas mudah-mudahan bisa lebih memotivasi teman-teman untuk mengelola blog masing-masing. Memperindah dengan desain yang bagus, isi tulisan yang bermanfaat dan juga mengembangkan kreatifitas dengan blog kita. Dengan blog kita bisa mewujudkan kualitas manusia yang lebih baik juga^_^

Kamis, 08 November 2012

Senandung Takbir Sebuah Kebahagiaan yang Istimewa


Senandung Takbir
Sebuah Kebahagiaan yang Istimewa

Beberapa hari yang lalu tepatnya 26 oktober kemarin (meskipun agak kurang update :p), hari yang istimewa bagi umat muslim karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha atau hari raya Haji. Moment istimewa tersebut benar-benar membuat hari yang cukup menyenangkan. Selesai rutinitas kuliah dan ber riweh-riweh ria persiapan “takbiran idul adha” (25 Oktober 2012)  hari itu datang juga. Riweh gimana? (baca riweh=rempong=ribet) moment takbiran kali ini kami anak-anak remais al-armahamah (nama perkumpulan remaja masjid di komplek ku) benar-benar menginginkan sesuatu yg “Berbeda” dibanding tahun sebelumnya. Sehingga semua pasukan harus siap membuat hari tersebut menjadi lebih mengesankan mulai dari mempersiapkan perform anak-anak sampai berkeliling komplek. Dengan semangat 45 kami semua akhirnya bekerja keras membuat berbgai atribut untuk anak-anak bahkan remais putri juga menyiapkan tampilan istimewa yaitu “tari saman”.
Sesuatu sekali bagi saya dan teman-teman menampilkan salah satu budaya Indonesia yang terkenal di daerah pulau Sumatera ini, dibantu sahabat kami “makmul” kami berusaha keras mempersiapkan semuanya. Dan……..Taraaaaaaaaaaaa…………….membuat sesuatu kuadrat lagi apa yang kami persiapkan semua membuahkan hasil yang cukup yaitu kami menyabet juara III lomba takbiran. Cukup menyenangkan sekali, ^_^. Darisitu sebenarnya ada pelajaran terselip dari moment, karena saya benar-benar bersyukur dan bahagia ketika indahnya mendengarkan lantunan takbir yang dilantunkan dengan semangat peserta takbiran bahwa hari inilah hari yang berbeda, hari yang membuat semua orang mendengar takbir yang membuat hati setiap orang lebih bahagia. Kemeriahan takbir bukan hanya semata-mata untuk mendapat kemenangan (juara) tapi bagaimana orang-orang tahu bahwa esok hari adalah hari raya besar idul-adha dan membuat semua orang yang mendengarkan lantunan takbir terasa lebih tenang dan terus mengingat Allah swt. Untuk teman-teman lain yang pengen ngerasain bahagiannya dan merasakan suasana takbiran jangan malu-malu keluar rumah dan bergabung dengan segerombolan anak-anak yang sedang takbiran keliling saat moment takbiran yang jelas. Hehhehhehe.


Ininih lagi persiapan takbiran, hahhahahha

Semangat adek-adek yg udah siap bawa lampion



Semangat anak-anak saat latian yel-yel nih

Dag dig dug,,,,,maju numb 2 nih :P


Ininih suasana penampilan tari saman malem itu ^_^

Tim tari sama bersama saya:)

Kamis, 07 Juni 2012

Jangan Takut Untuk Bermimpi



Teringat ketika masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, seorang guru akan bertanya apa cita-citamu? Kenapa bercita-cita menjadi itu? Besuk kalo udah gede mau jadi apa? Beberapa memori itu pati pernah sesekali teringat di benak kita. Tapi satu hal yang tercatat, cita-cita itu bisa berubah da nada yang masih tetap memegang teguh cita-citanya dari kecil bukan?
Seorang gadis kecil dengan malu dan tertawa-tawa kecil bersama teman-temannya sedang binggung mengutarakan cita-citanya. Hayo punya cita-cita apa? Masih dengan malu-malu dya menjawab “Saya pengen jadi dokter” Kenapa kog pingin jadi dokter? Biar bisa nyunti pasien ya?. Dengan muka yang polos dya menganggukan kepalanya kebawah.  
Balok diputar dari satu tangan ke tangan lain dengan iringan music. Ketika music itu berhenti maka giliran orang yang mendapatkan balok itu untuk menjawab dan menceritakan cita-citanya. Satu per satu anak-anak desa krinjing magelang mengutarakan cita-citanya. Ada yang mau jadi dokter, guru, pilot, TNI, pemain sepak bola bahkan jadi juragan bakso wirausaha sukses. Kalau inget saat itu jadi berasa “Bu Mus” salah satu tokoh guru di lascar pelangi yang tiada henti memberikan motivasi kepada murid-muridnya.
Pelajaran hidup juga buat kita semua, bahwa kenapa sih kita malu bermimpi? Malu punya cita-cita? Mimpi itu gratis kog gag pakek bayar. Berani bermimpi harus juga berani mewujudkannya. Ngapain kita bermimpi lama-lama kalau kita tidak ada langkah usaha untuk menggapainya. Tetapi diingat juga, ketika mimpi itu belum sempat kita gapai atau gagal dalam menggapainya jangan pernah menyerah. Kenapa? Kegagalan itu kan sebuah proses, proses yang perlu kita takhlukan hingga nantinya kita mampu mencapai mimpi yang kita capai. Jadi yukkk kita isi hari-hari ini dengan mimpi dan langkah untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Dengerin cerita anak-anak nih yang ngomongin cita-citanya

Serius banget memperhatikan apa yg dicita-citakan anak2 nih

Ayo dengarkan saya anak-anak. hahhahah

Hayo? Apa cita-citamu #mendadak guru

Ayoooo ayooooo kita maen game. hehheh

Minggu, 19 Februari 2012

BERAWAL DARI BARKAS JADI BAKSOS



Barang yang tidak digunakan lagi atau bekas, dewasa ini belum termanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. Barang bekas biasanya hanya sebatas dibuang atau dijual ke tukang rongsokan. Namun sekelompok pemuda-pemudi dari masjid al-marhamah yang sering dikenal dengan ”remais 1433” menyulap barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
Minggu 12 febuari 2012 remais masjid al-marhamah berkeliling di daerah perumahan candi gebang permai untuk mengangkut barang bekas yang tidak digunakan lagi di rumah warga. Barang bekas berupa botol, Koran, kardus, peralatan elektronik, pakaian layak pakai dll diangkut menggunakan pick-up yang kemudian barang tersebut diseleksi dan dipilah-pilah untuk dijual. Setiap warga dapat menyumbangkan barang-barang apa saja yang masih layak untuk dijual. Hasil dari penjualan barang bekas akan digunakan untuk bakti social di daerah yang membutuhkan. 
“Kegiatan pengumpulan barang bekas seperti ini sangat bermanfaat apalagi melihat kondisi perumahan yang memungkinkan banyaknya barang bekas, sehingga selain membersihkan barang bekas yang menumpuk di rumah warga kegiatan ini dapat membantu saudara kita yang kurang beruntung dengan bakti social nantinya,” kata Ketua remais masjid Al-marhamah Zardhan . Berawal dari hal kecil mengumpulkan barang bekas sampai bermanfaat bagi masyarakat merupakan bentuk kasih sayang remais 1433 kepada orang-orang yang membutuhkan. Bentuk perhatian pemuda-pemudi remais masjid al-marhamah perlu diacungi jempol, lantas siapa lagi kalau bukan kita yang dapat berbagi dengan sesama?