Sabtu, 04 Maret 2017

Halo………….



“Mengisi ruang kosong itu tidak seperti menuangkan air mineral ke dalam gelas kaca”

Aku tidak pernah belajar untuk menjadi seseorang yang bangga dengan diri sendiri. Aku paham menjadi seseorang yang kecil dan mungkin terabaikan. Aku tidak suka menjadi sorotan kemilau apapun itu. Aku cukup menjadi kecil untuk melihat sesuatu yang besar. Berlari ke atas meja dan duduk di pinggiran piring melamin untuk melihat bagaimana seekor kucing berlari atau sedang tertidur pulas. Aku senang melihat gula yang berukuran kepalan tangan orang dewasa. Lalu tampak makhluk hitam-hitam yang berjalan tertib rapih berurutan mengangkut si gula manis itu. Aku tidak akan penasaran dengan segerombolan semut hitam yang berhasil mengambil bongkahan gula. Aku hanya sedang menikmati kesendirianku dan melihat lingkunganku. 
Aku memang sedang tidak berkawan. Aku suka dengan diriku sendiri yang sedang bebas bereksplorasi kemanapun pikiran ku berjalan. Aku hanya sedang termenung berpikir dan diselimuti bayangan yang tidak aku sukai. Gelisah dan terus saja isi kepala ini tertuju kepadanya. Kusempatkan mengalihkan pandanganku dan semua komponen yang membuatku seperti patung. Aku harus mencoba !!
Tidak akan pernah tahu apakah itu berhasil atau gagal, kalau aku tidak mengambil langkah.  Terkadang perasaan penasaran itu membuatku terganggu. Tapi aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
Sulit melupakan
Tidak mampu untuk meraihnya
Tak kuasa mengatakannya
Terpikir terus olehnya
Sebesar apapun aku menghindar  aku tetap kembali kepadanya

Sulit untuk menyapanya, apalagi mengutarakannya. Berat rasanya dan aku harus berperang melawan diriku sendiri.  Aku terus menguatkan diriku sendiri dan aku yakinkan diri untuk berani mengambil keputusan.
Malam itu yang gelap dengan kilatan langit yang kemilauan. Aku berjalan diantara keyakinan dan keraguan. Aku melihat bayangan hitam yang cukup besar. Bulu kuduk berdiri dan aku merasa merinding. Degup jantungku mulai kencang. Oh My God, keputusan apa yang sebenarnya aku pilih? Apakah aku tidak memperhitungkan resiko yang aku dapatkan setelah melakukan ini? Aku masih sibuk berbicara dan berdebat dengan diriku sendiri. Bayangan itu semakin mendekat….. aku mencari sesuatu untuk bersembunyi
Aku pejamkan mata…..
Aku genggam tanganku…..
Aku mendengarkan suara langkah kaki itu….
Aku semakin berkeringat…
Pikiranku semakin tidak jelas
Aku gemetaran

Sesosok bayangan hitam itu mendekat, lalu berbisik Halo………….
Cahaya  memasuki celah-celah  jendela yang terbuka, terlihat seorang perempuan berbisik kemudian tersenyum.
“Maafkan untuk ketidakproduktifan diri ini yang kurang telaten menuangkan imajinasi dalam media blog. Bahkan tertidur pulas sampai bertahun-tahun. Insyaallah mulai rutin meskipun kisah-kisahnya kurang menarik tapi tetap dinikmati ya. Mudah-mudahan saja bermanfaat dan bisa jadi inspirasi”
Budayakan menulis dan bercerita dengan imajinasimu.

Senin, 09 Januari 2017

Birth of Beauty



A Woman Is Most BEAUTIFUL When She Smile



Belajarlah seperti alam, tumbuh dan berkembang seperti apa adanya. Semua begitu natural. 





 Menyayangi lah dengan ketulusan hatimu dan keikhlasan. Cantik bukanlah tentang fisik. Tapi kecantikanmu akan keluar disertai dengan indahnya isi hatimu yang dipenuhi ketulusan.




 Tataplah masa depanmu dengan pemikiranmu dan hal positive. Kesuksesan tidak didapatkan dengan cara instan tapi proses yang membuatmu untuk terus berusaha menggapai mimpimu.




 Tersenyumlah dan dunia akan tersenyum padamu. Senyum adalah obat yang paling manjur untuk mengobati kesedihan bahkan menjadi moodbooster.



Jadilah perempuan yang bersyukur dengan apa yang dimilikinya dan jadilah orang yg bermanfaat untuk  orang lain dan lingkunganmu :)






Minggu, 19 Oktober 2014

Penggila kesibukan



“ Aku memiliki  waktu, tenaga dan pikiran untuk mengubah duniku”
                Bukankah waktu selalu berputar dan tidak ada yang pernah salah dengan waktu? Detik menuju menit, menit menuju jam, jam menuju hari, hari menuju minggu, minggu menuju bulan, dan bulan menuju tahun. Tak ada yang salah dengan waktu, tapi entah kenapa orang berlari dengan waktu. Mereka mengejar semua pekerjaannya untuk menghindari batas waktu atau deadline. Satu persatu dari mereka akan menyibukkan diri dengan yang namanya *mengejar deadline. Entah itu tenaga, waktu atau pikiran yang mereka sita. Tetapi mereka memiliki satu tujuan hidupnya atau mungkin sebagian tidak tau apa tujuannya untuk mengejar deadline itu. Sebuah penghargaan, pujian ataukan insentif? Pikirkan kembali.
                Waktu dalam satu hari hanya 24 jam, tapi bagi para sibukers, waktu 24 jam sangatlah singkat. Mereka harus menyelesaikan seabreg pekerjaan dengan kapasitasnya atau bahkan mengerjakan yang diluar kapasitasnya. Banyak waktu yang dikorbankan untuk melakukan semua itu. Disaat kita menghabiskan waktu dengan rutinitas pekerjaan, beberapa sedang melakukan aktivitasnya seperti berliburan dan bermain. Mungkin sebuah iri akan muncul, ketika yang terjadi liburan itu lebih menggiurkan ketimbang pekerjaan. Tetapi hal itu segeralah tertapis, bahwa waktu terlalu singkat untuk melakukan perjalanan liburan diatas kerjaan yang sama sekali belum terselesaikan.
                Beberapa orang menikmati perjalanannya berjalan-jalan ke mall, kulineria atau bahkan sekedar mengunjungi tempat yang menyediakan hiburan pengisi kejenuhan. Dan lagi-lagi harus berkutat dengan pekerjaan dan tujuan hidup. Apakah perlulah menyesal dengan itu? Apakah menyesal dengan waktu yang terhabiskan untuk sebuah pekerjaan? Jawabannya TIDAK!!. Penyesalan akan lebih menyakitkan ketika bersenang-senang liburan diatas pekerjaan dan setumpuk tugas yang belum terselesaikan. Apakah menyiksa diri? Jawabanyya TIDAK!!. Bekerja itu hal yang menyenangkan, ketika ilmu, inspirasi, pengalaman dan bahagia menjadi sebuah ramuan. Bagi orang lain itu hanya sebuah dunia seorang penggila kerja dan penggila kesibukan. Tetapi itu SALAH besar. Berapa uang dan bahkan waktu yang harus aku bayar demi sebuah pekerjaan yang melatih seseorang menjadi pribadi yang hebat? Apakah berjalan mall selama 5 jam sebanding dengan pekerjaanmu yang hanya bisa diselesaikan dengan 2 jam? Tentu saja tidak.
                Sama sekali bukan menyiksa diri, tetapi bahagialah dengan dunia kesibukanmu. Janganlah merasa iri dengan teman-temanmu yang menghabiskan waktu dengan sesuatu hal yang sebenarnya tidak *Produktif. Tetapi apakah penggila sibuk tidak pernah jalan-jalan dan refreshing? Jawabannya tentu SALAH. Penggila kesibukan selalu memiliki caranya sendiri dan moment untuk me-refresh otak dengan indah. Di akhir deadline dengan hasil yang memuaskan, mereka akan memanjakan dirinya dengan bentuk penghargaan diri yang macam-macam. Entah itu liburan, waktu khusus dirinya atau bahkan penghargaan khusus untuk dirinya. Bekerja dan bermain itu harus seimbang. Bukankah begitu? Jadi kerjakanlah apa yang merupakan tanggungjawabmu, dan bermainlah sesuai hakmu.