Jumat, 12 September 2014

Siapkah Menjadi Jurnalis?



“berburu berita , harus tepat waktu, siap menerima tekanan dan gak kenal lelah”
Bayangan-bayangan itu selalu menghantui pikiran bagi jurnalis pemula yang baru memulai karir. Bagaimana tidak? Sebelum action harus punya perencanaan yang matang menentukan tema, siapa narasumbernya, siapa reporternya, fotografernya dan menentukan angel tulisan. Setelah itu ketika terjun lapangan harus berburu berita dan berkutat mengejar narasumber, apalagi kalau dapat narasumber yang cukup sibuk kita harus bersabar menanti narasumber punya waktu senggang. Terkadang narasumber membatalkan janji wawancara secara mendadak karena beliau punya schedule padat. Ngenes banget sih kalau kayak gitu tapi jadi jurnalis harus punya banyak ide, sebelum jatuh tempo harus cari narasumber  lainnya. Jangan suka ngaret alias gak tepat waktu, terkadang narasumber suka dengan wartawan/pemburu berita yang dateng tepat waktu, syukur-syukur kalau datangnya lebih awal dari perjanjian. Dapet nilai plus deh dari narasumber.
Selain itu kalau meliput berita dan semua itu adalah para pemburu berita kita harus punya liputan yang beda. Semua berita itu terbit besok juga, kalau isinya sama dengan lainnya berita yang kita tampilin gak bakal populer. Harus Nentuin Angel tulisan dari liputan yang kita dapet, jadinya pas berita tersebar di media cetak (ex:Koran,majalah) beda dari yang lainnya. Penulis juga harus beperang melawan dirinya sendiri, gak boleh nurutin mood menulis. Apapun yang terjadi harus jadi tulisan dan siap untuk diterbitin apapun yang terjadi. Dengan kayak gini kita dituntut jadi professional terhaap kerjaan dan tanggungjawab juga sama tulisan yang kita tulis. Berita yang kita tulis jangan ditambahin atau dikurangin nanti jadinya bukan fakta tapi malah opini penulis. Inget juga jangan terlalu mendramatisir tulisan kalau memang itu berita, tapi kalau genre tulisannya feature syah aja kalau mau didramatisir.
Dibalik beratnya pekerjaan sebagai jurnalis, tapi kayakna tidak menyurutkan semangat anak muda yang mau belajar dan menekuni bidang jurnalistik. Bahkan dengan jadi jurnalis bakal punya pengalaman dan skill lebih. Kog bisa? Jelas kita bakal jadi anak kritis dan peka terhadap informasi yang kita terima secara menjadi jurnalis harus punya bahan berita yang jelas dan fakta. Belajar jadi seseoarang yang professional dengan profesi, gak peduli mood kita seperti apa tapi kita harus cari berita sampai dapat untuk menampilkan informasi kepada pembaca. Tanggungjawab juga dengan berita yang kita tulis, jadinya gak bisa asal nulis aja. Semua tulisan yang kita tampilin harus bisa dipertanggungjawabkan. Belajar menjadi pribadi yang disiplin, dengan adanya deadline yang mencekik maka kita punya motivasi diri untuk menyelesaikannya tepat waktu kalau tidak bisa  maka siap-siap dapat sanksi. Wawancara dengan narasumber yang beda-beda bikin kita jadi punya banyak kenalan dan teman juga, bahkan kalau beruntung bisa ketemu selebriti, tokoh idola atau orang penting. Sering nulis bikin otak kita jadi bekerja terus dan merangsang berpikir kreatif, jadinya pikiran kita kepakek terus gak mubadzir. Kalau berita itu ada angel tulisannya, teman-teman juga punya angel terhadap tulisan saya memandangnya gimana. Jadi keputusan ada di tangan teman-teman untuk mau atau tidak belajar jadi junalis. Tidak ada salahnya mencoba hal yang baru apalagi banyak manfaatnya. Salam jurnalistikJ

Minggu, 31 Agustus 2014

Lari serentak untuk Indonesia #iuRUN Jogja



“Kumpul di GSP  Minggu 31 Agustus Jam 6 pagi pakek dresscode atasan merah atau putih”
Orang yang kebiasaan bermalas-malasan di weekend dan tepatnya hari Minggu bakalan berusaha keras buat bangun lebih awal. Demi apa? Demi lari serentak mengikuti #iuRUN.
IuRUN? Apa itu? Iuran uang, baju atau apaan? Duuuh bagi orang awam juga kurang paham karena itu kalau dibaca juga iuran atau RUN bahasa inggris yang artinya *Lari. Kata iuRUN sendiri itu aku temukan pas lagi nge-twit ceritanya. Salah satu timeline @penyalajogja itu berisi *ayo daftar #iuRUN lari serempak se-indonesia. Liat tweet kayak gitu bikin kepo maksimal deh, akhirnya meluncur deh ke twitter pemilik akun @penyalajogja. Sebuah gerakan lari serempak yang diadakan indonesia mengajar dengan indorunners yang dilakukan se-indonesia bahkan luar negri dan kita cukup ikut berpartisipasi lari. Jadi #iuRUN itu sebenarnya I YOU RUN, alias aku kamu berlari. Pesertanya pun bebas dari siapa saja, kalangan manapun yang penting mau hadir dan berpartisipasi ikut lari.
Lalu ngapain kita lari-lari? Tujuannya apaan? Apa bedanya sama lari biasanya? #iuRUN dibaca I-You-Run. Ini kerja bareng tmn2 @IndoRunners. #iuRUN adalah ajakan utk mendukung sosialisasi #IuranPublik lewat berlari. Dengan adanya iuRUN kita berlari bersama-sama dengan gembira.  Lewat #IuranPublik, masyarakat luas diajak untuk ikut memiliki Indonesia Mengajar dengan ikut memberikan iuran rutin per bulan. Semakin banyak pihak yang memiliki Indonesia Mengajar akan mendorong gerakan ini untuk menjalankan pengelolaan dengan lebih baik lagi; jadi lebih transparan, efektif, akuntabel, dan berdampak. Jadi indonesia mengajar bukan hanya milik para pengajar saja, tetapi semuanya. Kita pun ikut berpartisipasi. Mungkin bagi teman-teman yang belum bisa jadi pengajar muda entah itu dengan beragam alasan. Tapi bukan berarti kita tidak bisa berkontribusi untuk Indonesia.
Manfaatnya apaan donk? Jelaslaaah yang biasanya molor di hari minggu jadi bangun pagi dan olahraga. Badan-badan yang kaku kayak mesin yang gak pernah dihidupin, bakalan jadi lentur *tapi kalo yang udah kaku banget sih, kayakna habis lari bakalan pegel-pegel semua tuuh badan. Sehat didapat teman pun juga didapat, dengan adanya kegiatan iuRUN jadi kenalkan sama anak-anak pengajar muda. Saya pun begitu, bukan hanya anak-anak pengajar muda saja sih, tapi semua teman2 yang hadir di acara tersebut. Salah satu panitia yang merupakan jebolan pengajar muda yang baru pulang dari tugas negara itu banyak berbincang-bincang tentang Indonesia mengajar. Jujurnya sih ane juga pengen ikutan, tapi ya ituu surat izin belum keluar-keluar. Hehehhe. 
Tim #iuRUN Jogja


Aku dan etik narsis niih :p

Beliau ini juga cerita tentang salah satu pengajar muda yang dari Jogja perempuan lagi, punya tekad kuat buat jadi pengajar muda meskipun banyak yang dikorbankan. Salah satunya investasinya yang merupakan model, katanya sih mukanya sempet pecah-pecah selama jadi pengajar muda *waduuuuh. Resiko sih, tapi kalo kita punya niatan baik, insyaallah deh itu semua bakalan baik-baik saja dan terlalui. Beliau juga cerita mengenai alur mekanismenya jadi pengajar muda. Sebenarnya itu perbincangan seru banget gan, tapi karena hape berdering telpon dari temen ane jadinya gak bisa tau perbincangannya secara intens. Ya... temen ane ini ketinggalan grupnya, ya jelaslah saat grupnya pada lari dia malah duduk-duduk di pinggir trotoar. Finally, dia pun harus lari lebih jauh dari track yang ditentukan panitia. Hahahhaha. Rejeki minggu pagi buat dia kalii yaa :p
Selain itu komunitas yang bikin ane tertarik adalah indorunners kalo di Jogja sih namanya playon jogja kalau mau ngepoin twitternya @playonjogja. Komunitas pelari yang isinya ya anak-anak yang hobby lari. Katanya sih temen-temen yang aku temuin pas lari di #iuRUN mereka semua kapok ikutan pertama kali di komunitas itu, karena larinya ngeri gitu katanya. Ane juga kurang paham sih ngerinya gimana. Apakah mereka berwajah sangar? Kayaknya Tidak. Apakah mereka misterius? Sepertinya Gak juga. Nyoba nanya-nanya sih ke temen yang lain, ya memang komunitas pelari minimal mereka lari 5  Km dan levelnya pun ya nambah-nambah bisa jadi 15 Km. Woooww, ya mungkin itu mbak2 pada takut mereka ikut komunitas pas lari 15 Km kalee ya. Hehehhehe. Setiap kamis malam, komunitas ini bakalan lari bareng-bareng. Waaah seru kale ya malem jumat lari-lari gitu, tapi seruuu sih. Selain banyak temen juga bisa buat olahraga dan bikin badan sehat. Soalnya sih kalo jaman sekarang tuh anak muda contohnya temen-temen ane. Kalau diajakin olahraga duuuh susahnya minta ampun, tapi kalo diajakin karoekean, jalan-jalan atau makan. Beeeuuuh gak ada yang absen daaah. Berharap sih bakalan ada event kayak gini lagi. Terutama kegiatan olahraga yang melibatkan anak muda, biar mereka aktif dan sehat. Gak melulu dirumah main game atau ya jalan-jalan gendutin perut :p. Mudah-mudahan buat temen-temen yang belum ikut, kalau ada event ini bisa ikutan yaaaa J

Senin, 30 September 2013

Ekspedisi Capung

Haiiii minggu,,, ujung pekan yang ditandai dengan hari minggu. Beda dengan hari lainnya, jam terbang hari ini sepertinya tidak sesibuk dengan hari senin-jumat yang merupakan "waktu produktif". kuliah dan seabreg dengan kegiatan lainnya. Pagi yang cerah untuk berolahraga dan mengenalkan tubuh ini untuk bergerak, berlari dan melompat. Siang hari jogja mulai terlihat jahatnya, yaitu menyinari jogja dan sekitarnya dengan panas terik. Tapi bukan berarti menghalangi langkah ke luar rumah. Yaaayyy,,,,, sekarang aku harus menemani my sohib yang sedan riweh nyariin capung di sepanjang sungai untuk menyelesaikan skripsinya. Pelajarannya bahwa ternyata capung itu beda-beda warnanya dan jenisnya meskipun semuanya terlihat sama.








Selasa, 13 Agustus 2013

Jack the Giant Slayer



Alhamdulilah, bisa posting juga hehhehe setelah beberapa lama absen dari blogspot dan ada tugas untuk mengabdi jadi belum sempat utek-utek lapak blog yang satu ini :p. Now, bakalan review film yang judulnya "Jack the Giant Slayer" genre film adventure yang diwarna-warnai ketegangan antara jack dengan si raksasa. Alur ceritanya itu berawal dari cerita donggeng yang dari biji ajaib  bisa jadi pohon raksasa, dari pohon tersebut membawa biarawan untuk mencapai surga. Tetapi untuk menuju surga ternyata ada wilayah yang harus dilewatinya dan dihuni oleh raksasa. Dari pohon yang tumbuh dari biji itu juga sebagai penghubung raksasa untuk turun ke bumi dan memporak-porandakan bumi. Akhinya raja yang ada di wilayah tersebut menyuruh masyarakat dan prajurit memutus pohon raksasa. Raksasa yang sudah ada di bumi salahsatunya dibunuh dan jantunganya diambil dan dijadikannya mahkota sehingga raksasa takhluk dengan raja. Raja meminta raksasa untuk kembali ke asalnya dan jangan lagi kembali ke bumi. Setelah itu bumi hidup dengan damai dan raja mati dikubur dengan mahkota bersama biji ajaib tersebut. Namun sepeninggalan raja ternyata kisahnya tidak berhenti seperti itu saja dan bukan jadi donggeng belaka. Suatu hari biarawan datang ke kastil kerajaan dan mengambil biji ajaib yang alasannya untuk menyelamatkan bumi. Tetapi dalam perjalannya biarawan kembali ke biara ternyata biara tersebut diketahui pengawal kerajaan mencuri biji ajaib. Gerbang kastil kerajaan ditutup, biara itu lalu bertemu dengan Jack. Biara tersebut mau membeli kuda milik jack untuk melarikan diri namun tidak memiliki uang, sehingga biji ajaib itu menjadi jaminan. Sesampai dirumah jack dimarahi oleh pamannya karena menjual kuda hanya dengan dibayar biji ajaib yang itu hanyalah tipuan dan khayalan. Biji ajaib diporak-porandakan oleh paman jack, sehingga ada biji ajaib yang jatuh ke tanah dan jack memungut biji yang berjatuhan. Malam itu hujan deras sekali dan di malam itu putri raja melarikan diri dari istana karena tidak mau menikah dengan pengawal kerajaan pilihan ayahnya. Putri melihat ada rumah yang ada cahayanya dan berteduh di rumah tersebut yang ternyata rumah itu adalah milik Jack. Jack dan putri berbincang-bincang mengenai buku yang disukai jack. Tiba-tiba biji ajaib yang jatuh ke tanah tadi dan tergenang air hujan berubah menjadi pohon raksasa yang menjulang tinggi. Rumah jack hancur dan putri jauh tinggi terbawa akar pohon raksasa tersebut. Jack yang berusaha menyelamatkan putri harus jatuh dari ketinggian karena terpelosok. Pagi harinya raja dan pengawalnya menemukan jack sudah terkapar dibawah pohon raksasa dan menanyakan keberadaan putri. Jack menceritakan yang terjadi semalam dan putri berada di rumah yang tersangkut di pohon raksasa di atas. Akhirnya raja memerintahkan beberapa pengawalnya untuk membawa putri kembali pulang beserta jack juga ikut menyelamatkan putri. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? Bagaimana petualangan Jack melawan raksasa, menyelamatkan putri dan menjadi pangeran untuk putri? Hehehheh Makanya saksikan film Jack the giant slayer, yang pasti ceritanya bagus apalgi bagi pecinta cerita petualangan. Raksasanya bikin gregetan , hehhehehhe. selamat menonton teman-teman:)